Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Purin dengan Penyakit Asam Urat
https://doi.org/10.52235/lp.v4i1.206
Keywords:
asam urat, tinggi purin, makanan, konsumsiAbstract
Secara alamiah, asam urat merupakan senyawa yang diproduksi oleh tubuh untuk mengurai purin. Namun, terkadang tubuh dapat menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami gangguan. Tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan konsumsi mengandung tinggi purin dengan penyakit asam urat di Desa Air Paoh Kabupaten OKU. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan jumlah sampel 50 orang. Hasil analisis di ketahui bahwa dari 50 responden didapatkan bahwa responden yang sering mengkonsumsi tinggi purin dengan kadar asam urat tinggi sebanyak 22 (64,7%) responden dan responden yang jarang konsumsi tinggi purin dengan kadar asam urat terkontrol sebanyak 16 (100,0%) resonden. Hasil uji Chi Square di dapatkan p-Value 0,000 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi mengandung tinggi purin dengan penyakit asam urat di Desa Air Paoh Kabupaten OKU. Kesimpulan: Pengaturan konsumsi rendah purin dapat dilakukan dengan membatasi makanan tinggi purin, mengurangi makanan tinggi lemak, mempertahankan berat badan ideal, olah raga secara teratur, minum air putih yang cukup setiap hari, dan tidur yang cukup.
Downloads
References
BPPK. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Chairuddin. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc. Jogjakarta: MediAction.
Fitriana, G. G., & Fayasari, A. (2020). Pola Konsumsi Sumber Purin, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Kadar Asam Urat pada Lansia di Puskesmas Kecamatan Makasar Jakarta. J. Gipas, 84-93.
Hambatara, S. A., Sutriningsih, A., & Warsono. (2018). Hubungan konsumsi asupan makanan yang mengandung Purin dengan kejadian Asam Urat pada Lansia di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang. Nursing News Jurnal Ilmiah Keperawatan, 719-728.
Jaliana, Suhadi, & Sety, L. O. (2018). Faktor- Faktor yang berhubungan dengan kejadian Asam Urat pada Usia 20-44 Tahun di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017. JIMKESMAS, 1-13.
Kertia, N. (2009). Asama Urat. Yogyakarta: B First.
Kussoy, V. F., Kundre, R., & Wowiling, F. (2019). Kebiasaan Makan Makananan Tinggi Purin dengan Kadar Asam Urat di Puskesmas. Journal Keperawatan (J-Kp), 1-7.
Mubarak, A. N., & Astuti, Z. (2022). Hubungan Konsumsi Makanan yang Mengandung Purin dengan Kadar Asam Urat: Literature Review. Borneo Student Research, 2659-2663.
Mulfianda, R., & Nidia, S. (2019). Perbandingan Kompres Hangat Air Hangat dengan Rendam Air Garam terhadap Penurunan Skala Nyeri Penderita Arthritis Gout. SEMDI UNAYA, 217-225.
Notoadmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramli, H., Sumiati, & Febriani, K. (2020). Hubungan Pola Makan dengan Kadar Asam Urat pada Lansia. Jurnal Fenomena Kesehatan, 423-429.
Soeroso, J., & Algristian, H. (2011). Asam Urat. Jakarta: Penebar Swadaya Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Toto Harto, Wahyu Riandika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




