Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis di POLI DOTS
https://doi.org/10.52235/lp.v5i1.281
Abstract
Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis dan merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia berada pada peringkat ke-2 dengan penderita TBC paru tertinggi di dunia setelah India. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita Tuberkulosis paru yang berobat di POLI DOTS dr. H. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2023. Desain Penelitian ini adalah Cros Sectional, Populasi Pada penelitian ini adalah kunjungan penderita positif Tuberkulosis paru yang berobat di POLI DOTS dr. H. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2023 berjumlah 103 responden Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah penderita positif Tuberculosis Paru yang berobat di Poli TB DOTS RSUD dr. H. Mohamad Rabain sebanyak 103 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan (0,002), Pengetahuan (0,002), penyakit penyerta (0,002) dan motivasi pengawas minum obat (0,003) dengan kepatuhan penderita Tuberkulosis paru yang berobat di POLI DOTS dr. H. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2023. Bagi Petugas POLI DOTS diharapkan perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan motivasi tentang kepatuhan penderita Tuberkulosis untuk berobat tepat waktu dan minum obat sesuai jadwal.
Downloads
References
Astutik, dkk. (2021). Hubugan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis, SITK Insan Cendekia Medika.
Alfiana Rahmania . (2019). Hubungan Penyakit Komorbit dengan kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Resisten Obat dan Faktor yang mempengaruhinya di RSUD Kabupaten Sorong. FK UNIPA.
Anna Silvia Prihantana, Sri Saptuti Wahyuningsih. (2019). Hubungan Pengetahuan
dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di RSUD
Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Damayati, Dwi Santy., Susilawaty, Andi., dan Maqfirah. (2018). Risiko Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep. Higiene, 4(2), hal. 121-130.
Donaita. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi PMO Dengan Kepatuhan Berobat PasienTb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 9(2), hal. 18-22.
Dinas Kesehatan Sumatera Selatan. (2019). SIMATA Sumsel.
Hastono, Sutanto Priyo. 2020. Analisa Data Pada Bidang Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa
Hastono, Sutanto Priyo. 2020. Analisa Data Pada Bidang Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa
Hasbullah (2019). Konsep Dasar pendidikan Jakarta: Rineka Cipta
Kemenkes RI. (2022). Sistem Informasi Tuberkulosis.
Kementerian Kesehatan Republik Indinesia. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). TBC Masalah Kesehatan Dunia. Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jendral Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Infodatin Tuberkulosis.Keputusan Kementeian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis.
Keputusan Kementerian Kesehatan RI. (2019). Tata Laksana Tuberkulosis.
Narbuko. Achmadi, A.,(2015). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Notoatmodjo, S. (2017). Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sujati, N. K., Ramadhona, S., & Akbar, M. A. (2022). Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Klien Asma Bronkial Dengan Pola Napas Tidak Efektif Dengan Pendekatan Homecare. Lentera Perawat, 3(1), 16-21. https://doi.org/10.52235/lp.v3i1.163
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Felisa Ramayanti, Yulis Marita, Eka Joni Yansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




