DETERMINAN KEJADIAN PREDIABETES PADA PENDUDUK DEWASA DI PROVINSI JAWA TIMUR: ANALISIS SEKUNDER SURVEI KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2023
https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.844
Keywords:
Prediabetes, Determinan, Jawa Timur, HbA1c, Survei Kesehatan IndonesiaAbstract
Prediabetes merupakan fase antara normoglikemia dan diabetes melitus (DM) yang berpotensi berkembang menjadi DM tipe 2 serta meningkatkan risiko komplikasi kardiometabolik. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat prevalensi prediabetes di Indonesia sebesar 39,2% pada penduduk dewasa, angka yang tergolong tinggi dan mengindikasikan besarnya beban kesehatan yang perlu ditangani secara serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian prediabetes pada penduduk dewasa di Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunaan studi potong lintang menggunakan data sekunder SKI 2023. Sampel penelitian adalah penduduk dewasa di Provinsi Jawa Timur yang memiliki data pemeriksaan HbA1c lengkap, yaitu sebanyak 1.518 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi prediabetes sebesar 56,0%. Pada model akhir multivariat, faktor yang berhubungan dengan kejadian prediabetes adalah usia ≥35 tahun (aOR=1,32; 95% CI 1,01-1,73), jenis kelamin laki-laki (aOR=3,24; 95% CI 2,30-4,57), tinggal di pedesaan (aOR=1,45; 95% CI 1,01-2,09), hipertensi (aOR=1,43; 95% CI 1,08-1,90), dan dislipidemia (aOR=2,23; 95% CI 1,15-4,34). Usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, hipertensi, dan dislipidemia merupakan determinan kejadian prediabetes pada penduduk dewasa di Jawa Timur. Skrining dini dan intervensi gaya hidup perlu diprioritaskan pada kelompok berisiko.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Roma Yuliana, Putri Rahmadani, Prasita Ayu Widyaningtyas, Ahmad Fauzi, Artha Budi Susila Duarsa, Ikrimah Nafilata, Yuli Puspita Devi, Yasmin Harun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

