DETERMINAN KEJADIAN PREDIABETES PADA PENDUDUK DEWASA DI PROVINSI JAWA TIMUR: ANALISIS SEKUNDER SURVEI KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2023

https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.844

Authors

  • Roma Yuliana Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Mandiri
  • Putri Rahmadani Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Mandiri
  • Prasita Ayu Widyaningtyas Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Mandiri
  • Ahmad Fauzi Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Mandiri
  • Artha Budi Susila Duarsa Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Mandiri
  • Ikrimah Nafilata Blood Bank Technology Study Program, STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia.
  • Yuli Puspita Devi Departemen Epidemiologi, Biostatistika, Kependudukan, dan Promosi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
  • Yasmin Harun Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Mandiri

Keywords:

Prediabetes, Determinan, Jawa Timur, HbA1c, Survei Kesehatan Indonesia

Abstract

Prediabetes merupakan fase antara normoglikemia dan diabetes melitus (DM) yang berpotensi berkembang menjadi DM tipe 2 serta meningkatkan risiko komplikasi kardiometabolik. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat prevalensi prediabetes di Indonesia sebesar 39,2% pada penduduk dewasa, angka yang tergolong tinggi dan mengindikasikan besarnya beban kesehatan yang perlu ditangani secara serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian prediabetes pada penduduk dewasa di Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunaan studi potong lintang menggunakan data sekunder SKI 2023. Sampel penelitian adalah penduduk dewasa di Provinsi Jawa Timur yang memiliki data pemeriksaan HbA1c lengkap, yaitu sebanyak 1.518 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi prediabetes sebesar 56,0%. Pada model akhir multivariat, faktor yang berhubungan dengan kejadian prediabetes adalah usia ≥35 tahun (aOR=1,32; 95% CI 1,01-1,73), jenis kelamin laki-laki (aOR=3,24; 95% CI 2,30-4,57), tinggal di pedesaan (aOR=1,45; 95% CI 1,01-2,09), hipertensi (aOR=1,43; 95% CI 1,08-1,90), dan dislipidemia (aOR=2,23; 95% CI 1,15-4,34).  Usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, hipertensi, dan dislipidemia merupakan determinan kejadian prediabetes pada penduduk dewasa di Jawa Timur. Skrining dini dan intervensi gaya hidup perlu diprioritaskan pada kelompok berisiko.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Yuliana, R., Putri Rahmadani, Prasita Ayu Widyaningtyas, Ahmad Fauzi, Artha Budi Susila Duarsa, Ikrimah Nafilata, … Yasmin Harun. (2026). DETERMINAN KEJADIAN PREDIABETES PADA PENDUDUK DEWASA DI PROVINSI JAWA TIMUR: ANALISIS SEKUNDER SURVEI KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2023. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja, 11(3), 496–508. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.844

Similar Articles

<< < 17 18 19 20 21 22 23 24 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.