ANALISIS KINERJA PETUGAS KESEHATAN PADA PELAKSANAAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL PADA BAYI : STUDI POTONG LINTANG

https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.939

Authors

  • Dita Erani STIK Bina Husada Palembang
  • Arie Wahyudi STIK Bina Husada Palembang
  • Chairil Zaman STIK Bina Husada Palembang

Keywords:

Skrining Hipotiroid Kongenital, Kinerja Petugas Kesehatan, Pengetahuan, Pelatihan, Kepemimpinan

Abstract

Latar Belakang: Cakupan Skrining Hipotiroid Kongenital di Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2025 hanya 28,66%, masih jauh dari target nasional 100%. Rendahnya cakupan diduga berkaitan dengan kinerja petugas kesehatan serta faktor kompetensi, pelatihan, dukungan manajemen, dan kendala geografis. Tujuan: menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan dalam pelaksanaan skrining hipotiroid kongenital pada bayi di Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 138 responden yang dipilih secara proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibuat berdasarkan definisi operasional dan indikator masing-masing variabel penelitian terdiri dari 10 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kinerja, pengetahuan, kepemimpinan, disiplin kerja, pemberian penghargaan, dan beban kerja diukur berdasarkan skor kuesioner dan dikategorikan menggunakan median, sedangkan umur, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan diukur berdasarkan karakteristik responden. Sebelum penelitian, peneliti menjelaskan tujuan dan prosedur penelitian kepada responden, serta memperoleh persetujuan (informed consent) dengan menjaga kerahasiaan data. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pendidikan (p=0,034), pengetahuan (p=0,000), pelatihan (p=0,001), kepemimpinan (p=0,000), disiplin kerja (p=0,000), dan pemberian penghargaan (p=0,000) dengan kinerja petugas kesehatan. Sedangkan umur (p=0,366), masa kerja (p=0,750), dan beban kerja (p=0,606) tidak berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan. Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja petugas Kesehatan (OR=40,437;95%CI=5,988–273,083). Kesimpulan: Pengetahuan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan. Penguatan pengetahuan melalui pelatihan dan supervisi diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan cakupan skrining hipotiroid kongenital di Kabupaten Musi Rawas Utara.

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Erani, D., Wahyudi, A., & Zaman, C. (2026). ANALISIS KINERJA PETUGAS KESEHATAN PADA PELAKSANAAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL PADA BAYI : STUDI POTONG LINTANG. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja, 11(3), 673–686. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.939

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.