HUBUNGAN USIA IBU, PARITAS, DAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN PROGNOSIS PERINATAL PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR): STUDI KASUS-KONTROL

https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.851

Authors

  • Leny Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Mulia Sriwijaya
  • Rini Mayasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Mulia Sriwijaya

Keywords:

Usia ibu, Paritas, Anemia kehamilan, Kematian perinatal, BBLR

Abstract

Prognosis perinatal pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah penting dalam kesehatan ibu dan anak. Faktor maternal seperti usia ibu, paritas, dan anemia kehamilan diduga berhubungan dengan luaran perinatal yang buruk.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas, dan anemia kehamilan dengan prognosis perinatal pada bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 250 responden yang terdiri dari kelompok kasus dan kontrol di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia ibu (p=0,001), paritas (p=0,012), dan anemia kehamilan (p=0,000) dengan prognosis perinatal pada bayi BBLR. Analisis multivariat menunjukkan bahwa anemia kehamilan merupakan faktor paling dominan (OR=4,376; 95% CI: 1,893–10,108). Usia ibu, paritas, dan anemia kehamilan berhubungan dengan prognosis perinatal pada bayi BBLR, dengan anemia sebagai faktor dominan.

Downloads

Published

2026-08-04

How to Cite

Leny, & Rini Mayasari. (2026). HUBUNGAN USIA IBU, PARITAS, DAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN PROGNOSIS PERINATAL PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR): STUDI KASUS-KONTROL. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja, 11(3), 558–566. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.851

Similar Articles

<< < 10 11 12 13 14 15 

You may also start an advanced similarity search for this article.