ANALISIS FAKTOR RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN : STUDI POTONG LINTANG
https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v11i3.842
Keywords:
Kecelakaan Kerja, Alat Pelindung Diri, Keselamatan Kesehatan KerjaAbstract
Sektor konstruksi merupakan sektor berisiko tinggi karena pekerja terpapar bahaya fisik, mekanik, listrik, ergonomi, dan lingkungan kerja yang berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik pekerja (usia, masa kerja, pendidikan, divisi kerja), pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kecelakaan kerja pada pekerja proyek konstruksi gedung bertingkat PT. Razar Bumi Perkasa Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kecelakaan kerja nasional pada tahun 2024 dan ketiadaan data risiko kecelakaan berbasis divisi pada perusahaan ini. Penelitian dilakukan pada April 2026 di proyek konstruksi gedung bertingkat PT. Razar Bumi Perkasa Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi 179 pekerja, sampel 50 responden dipilih menggunakan simple random sampling berdasarkan rumus Slovin (e=10%). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Variabel pengetahuan K3 diukur dengan 32 butir (cut-off point: median=122), penggunaan APD 16 butir (median=65), dan risiko kecelakaan kerja 19 butir (median=39). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori risiko tinggi kecelakaan kerja (52,0%). Variabel divisi kerja berhubungan signifikan dengan kecelakaan kerja (p=0,019), dengan proporsi risiko tinggi terbesar pada divisi MEP (80,0%) dan sipil (61,3%). Usia (p=0,534), pendidikan (p=0,384), masa kerja (p=0,623), pengetahuan K3 (p=0,089), dan penggunaan APD (p=0,963) tidak berhubungan signifikan. Risiko kecelakaan kerja lebih dipengaruhi oleh karakteristik pekerjaan dan paparan bahaya divisi dibandingkan faktor individu. Pencegahan kecelakaan perlu difokuskan pada pengendalian risiko berbasis divisi, pengawasan lapangan, perbaikan housekeeping, dan penguatan budaya K3.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Fauzi, Roma Yuliana, Putri Rahmadani, Prasita Ayu Widyaningtyas, Artha Budi Susila Duarsa, ST. Austa Nursa, Ikrimah Nafilata, Nazara Jinggan Aziza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

