Analisis Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2024

https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v9i1.352

Authors

  • Epa Elizah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang, Indonesia
  • Chairil Zaman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang, Indonesia
  • Arie Wahyudi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang, Indonesia

Keywords:

Kepatuhan, Tuberculosis Paru, Puskesmas

Abstract

Tuberkulosis menyerang sekitar 10,6 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2022, sekitar 2 dari 5 orang dengan tuberkulosis paru yang resistan terhadap pengobatanPenelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru.  Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectionalResponden penelitian  pasien tuberkulosis paru berjumlah 80 orang. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 07-29 Februari 2024. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian ada hubungan pendidikan, pengetahuan, sikap  dan dukungan keluarga  dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru Tahun 2024. Faktor yang paling dominan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis yaitu umur (P value 0,001) (OR 10,52). Kesimpulan ada hubungan umur, pendidikan, pengetahuan, sikap  dan dukungan keluarga  dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru Bagi Puskesmas Surulangun lebih meningkatan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pengobatan TB paru, serta pelacakan suspek TB paru pada masyarakat.

Downloads

Published

2024-04-03

How to Cite

Elizah, E., Chairil Zaman, & Arie Wahyudi. (2024). Analisis Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2024. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja, 9(1), 176–187. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v9i1.352

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 

You may also start an advanced similarity search for this article.